Selamat Ulang Tahun!

Dimana mereka sekarang? Starting XI Real Madrid saat Debut Ramos pada 2005

"Dari duta besar hingga pebisnis."

Feature | 04 August 2021, 01:22
Dimana mereka sekarang? Starting XI Real Madrid saat Debut Ramos pada 2005

Libero.id - Sergio Ramos merupakan salah satu bek paling sukses dalam sejarah Real Madrid. Ramos telah mengumumkan kepergiannya dari klub dan kini telah bergabung di Paris Saint-Germain.

Harus diakui bahwa kehadirannya telah membuat banyak perubahan di tim berjuluk Los Blancos itu sejak dia tiba dari Sevilla pada 2005.

“Saya tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata tentang rasa syukur dan bangga yang saya rasakan ketika melihat kembali perjalanan yang telah berlangsung selama 16 tahun ini. Saya pergi dengan 22 gelar yang terukir dalam ingatan saya dalam bentuk emosi yang tak tergantikan dan tak terlukiskan,” pungkas Ramos dalam konferensi pers dilansir dari Planet Football.

Ramos memulai debutnya di Madrid dari bangku cadangan pada babak pertama dalam kekalahan 3-2 La Liga dari Celta Vigo pada 10 September 2005. Saat itu dia dikelilingi oleh sederet pemain bintang kelas elite yang kini telah berstatus pensiun.

Untuk itu, sangat menarik mengetahui bagaimanakah kabar rekan-rekan Ramos tersebut pada saat debut pertamanya di Real Madrid. Berikut daftarnya:

1. Iker Casillas

Salah satu dari hanya tiga pemain yang membuat lebih banyak penampilan bersama Madrid daripada Ramos. Casillas tetap di klub masa kecilnya hingga 2015. Dia bertahan selama satu tahun terakhir setelah La Decima, di mana dia mendapatkan kembali tempatnya dari Diego Lopez.

10 Foto Valentina Giraldo, Pepanah Cantik yang Curi Perhatian di Olimpiade Tokyo

10 Foto Valentina Giraldo, Pepanah Cantik yang Curi Perhatian di Olimpiade Tokyo

Setelah 16 musim di Madrid, Casillas yang berusia 34 tahun saat itu mencari tantangan baru. Dia menandatangani kontrak dengan Porto dan terus bermain secara reguler selama empat musim sebelum serangan jantung pada Mei 2019 sekaligus mengakhiri karier bermainnya.

Mantan kiper legendaris Spanyol itu sempat mempertimbangkan untuk mencalonkan diri sebagai Presiden Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) pada musim panas 2020, meskipun tidak terwujud karena CV-nya belum dapat diterima. Namun, saat ini dia adalah CEO Yayasan Real Madrid dan dilaporkan bekerja sebagai penasehat presiden klub Florentino Perez.

2. Michel Salgado

Mantan pemain internasional Spanyol itu meninggalkan Madrid pada 2009, setelah semakin terdesak setelah kedatangan Ramos – bek kanan di masa mudanya pada 2005.

Setelah satu dekade di ibu kota Spanyol, bek veteran itu bergabung dengan Blackburn Rovers pada 2009 dan menjadi pahlawan kultus selama tiga musim di Ewood Park. Dia keluar dari masa pensiunnya pada usia 40 tahun untuk bermain futsal di India, dan sekali lagi bermain untuk tim Panama Independiente pada April 2018.

Salgado menikah dengan Malula Sanz, putri mantan presiden Real, Marcelo Sanz, dan telah mengikuti jejak ayah mertuanya yang telah meninggal ke ruang rapat: Dia saat ini menjabat sebagai direktur sepak bola tim Siprus Pafos FC.

3. Francisco Pavon (Ramos)

Paling diingat untuk pernyataan terkenal Perez "Zidanes y Pavones", di mana pemain bintang Galactico akan dilengkapi dengan lulusan akademi yang kurang glamor seperti Pavon.

Jadi, ada ironi tertentu bahwa dia dibawa keluar untuk penandatanganan Ramos dengan harga sebesar 27 juta euro (Rp 460 miliar), yang merupakan biaya rekor untuk bek Spanyol pada 2005.

Pavon membuat 106 penampilan untuk Madrid, tetapi hanya segelintir yang datang setelah penandatanganan Ramos. Datang pada 2007, dia diperkirakan akan bergabung dengan orang-orang seperti Ivan Campo di Bolton, tetapi akhirnya tinggal di Spanyol dengan Real Zaragoza sebagai gantinya.

Dia mengakhiri kariernya dengan bermain untuk tim kecil Prancis Arles-Avignon, yang menempati posisi terbawah Ligue 1 di musim terakhirnya (2010/2011). Itu merupakan detail langka tentang karier pasca-bermainnya.

Ramos ternyata menjadi investasi yang layak, bahkan diklaim sebagai salah satu yang paling bonafit bagi Madrid untuk harga awal sebesar 27 juta euro tersebut. Klaim ini disepakati oleh setiap pelatih El Real yang sempat bertemu dengan Sergio Ramos di Los Blancos.

4. Ivan Helguera

Mantan bek tengah internasional Spanyol, Helguera, tampaknya akan keluar selama musim 2005/2006, tetapi membuat 23 penampilan saat Madrid asuhan Fabio Capello merebut gelar La Liga kembali dari Barcelona pada 2006/2007.

Setelah delapan tahun bersama Madrid, dia menghabiskan musim terakhir bersama Valencia asuhan Ronald Koeman. Helguera turut membantu mereka memenangkan Copa del Rey pada 2008.

Dia memulai musim 2020/2021 sebagai pelatih tim kecil liga bawah Spanyol, Las Rozas CF, tetapi pergi setelah membimbing mereka meraih satu poin dari empat pertandingan pertamanya sebagai pelatih.

5. Roberto Carlos

Setelah 11 tahun dan lebih dari 500 penampilan Bersama Madrid, bek kiri Brasil itu sempat bermain untuk Fenerbahce, Corinthians, dan Anzhi Makhachkala. Carlos juga menjabat sebagai pelatih setelah meninggalkan Santiago Bernabeu pada 2007.

Dia sebentar kembali ke lapangan pada 2015, membuat beberapa penampilan di klub Liga Super India, Delhi Dynamos, di mana dia menjadi pemain plus pelatih. Tapi, waktunya di ruang istirahat tidak terlalu sukses, menyusul tugas singkat di klub Turki, Sivasspor dan Akhisarspor.

Beberapa tahun terakhir kami telah melihatnya bekerja sebagai duta besar Madrid dan tawaran Maroko yang gagal untuk Piala Dunia 2026.

6. Guti

Pemain backheeler terhebat yang pernah ada dalam dunia sepakbola, sekaligus sebagai pemain andalan El Real. Dia gantung sepatu pada 2011 setelah menghabiskan tahun terakhirnya bersama Besiktas usai sisa kariernya yang sangat gemilang bersama Madrid tercinta.

Guti menjabat sebagai pelatih muda bersama Madrid U-19 antara 2013 dan 2018 sebelum kembali ke Besiktas untuk menjabat sebagai asisten Senol Gunes di musim 2018/2019, membuat langkah menjadi pelatih kepala tim Segunda Division, Almeria, pada 2019/2020.

Guti memimpin 22 pertandingan, mencatatkan sembilan kemenangan, lima seri dan delapan kekalahan, dan akhirnya dipecat.

7. Thomas Gravesen (Raul)

Salah satu ketidak cocokan besar, Gravesen membuat 49 penampilan selama 18 bulan di Santiago Bernabeu. Sejak itu, dia menjadi produk sampingan dari titik terendah klub, di mana proyek Galacticos terhenti dan mereka tertinggal jauh di belakang Barcelona asuhan Frank Rijkaard.

Orang Denmark yang pemarah itu kemudian pindah ke Celtic dan pensiun setelah sempat bermain sebentar di Everton dengan status pinjaman pada 2008. Dia saat ini menjalani kehidupan mewah di Las Vegas, tetapi dia membantah rumor bahwa telah melakukan investasi senilai 100 juta euro atau senilai Rp 1,7 triliun di wilayah judi tersebut.

Anda akan berpikir bahwa menjadi pembuat penampilan dan pencetak gol sepanjang masa untuk klub selevel Madrid, setidaknya sampai Cristiano Ronaldo tiba sudah cukup memuaskan bagi Raul, tetapi dia masih memiliki cukup banyak untuk menjadi pahlawan Schalke sebelum bertugas di Al Sadd, sampai akhirnya melihat tahun terakhirnya dengan musim retro yang jelas bersama New York Cosmos. Saat ini Raul bertanggung jawab atas Castilla Madrid.

8. David Beckham (Pablo Garcia)

Permata lini tengah Real Madrid dan salah satu Galacticos tersukses yang pernah dilakukan oleh Los Blancos, Garcia bermain hanya 26 kali di semua kompetisi untuk Los Blancos sebelum menghabiskan dua musim berikutnya dengan status pinjaman. Dia mengakhiri kedua musim dengan memalukan karena mengalami degradasi.

Garcia kemudian menghabiskan lima tahun di PAOK, sebuah klub di Yunani, diikuti oleh lima tahun lagi bekerja sebagai pelatih di tim muda mereka sebelum mendapatkan pekerjaan teratas pada Oktober 2020.

Meskipun mengakhiri musim mengalahkan Olympiakos di final dan finis kedua di liga, dia meninggalkan peran setelah ditawari penurunan pangkat menjadi bos tim cadangan.

Sementara itu, Beckham yang pernah bersinar dengan sangat terang di Real Madrid saat ini justru melakukan hal bodoh dengan menunjuk Phil Neville sebagai pelatih di Inter Miami.

9. Julio Baptista

Hal-hal besar diharapkan dari Baptista setelah dia bersinar di Sevilla, mencetak 47 gol dalam 79 penampilan. Tapi, itu adalah yang terbaik yang kami lihat dari pemain Brasil itu di Eropa. Dia tidak pernah mencatat kampanye dua digit untuk gol dalam satu musim liga setelah pindah ke Bernabeu.

Setelah mengakhiri kariernya secara nomaden, di mana Baptista melompat dari Inggris ke Italia ke Spanyol ke Brasil ke Amerika Serikat, dan akhirnya ke Rumania. Dia sekarang bekerja sebagai pelatih U-19 di Real Valladolid.

10. Robinho

Salah satu pemain terbaik di genarasinya, penyerang berpaspor Negeri Samba (Brasil) tersebut merupakan striker terbaik yang pernah dimiliki Madrid. Nampaknya kabarnya saat ini terlalu suram untuk diceritakan. Singkatnya nasibnya tidak cukup baik sekarang.

11. Ronaldo Nazario

Musim 2005/2006 adalah kali terakhir Ronaldo mencetak angka ganda dalam satu musim. Meskipun perjuangannya dengan kebugaran dan berat badannya yang terus memburuk, dia masih berhasil mencetak 15 gol dalam 27 penampilan di semua kompetisi dan mengakhiri musim dengan menjadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia.

Masa tugasnya di Milan dan Korintus menjadi akhir karier profesionalnya pada 2011. Sejak itu, dia telah berubah menjadi seorang bisnisman yang sukses menginvestasikan uangnya ke sejumlah perusahaan bisnis dan sekarang menjadi pemilik mayoritas Real Valladolid, di mana dia mempekerjakan mantan rekan setimnya, Baptista.

(muhammad alkautsar/yul)




Hasil Pertandingan Real Madrid


  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Komentar

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=LDyrEvcaNwM

Artikel Pilihan