Kisah Dejan Damjanovic, Striker Asing Terbaik di Asia yang Terlupakan

"Sayang bakat mencetak golnya tidak pernah terpakai di benua biru"

Biografi | 31 August 2021, 18:12
Kisah Dejan Damjanovic, Striker Asing Terbaik di Asia yang Terlupakan

Libero.id - Jika anda tidak akrab dengan striker Montenegro Dejan Damjanovic, itu bagus; karena ada kemungkinan besar anda belum pernah melihatnya bermain. Damjanovic telah membuat karier bermain di Asia karena ia telah menghabiskan sebagian besar waktunya di Korea Selatan. Ini adalah negara yang telah menjadi rumah kedua untuk Damjanovic. Target man yang produktif telah mencetak 167 gol yang luar biasa dalam 298 pertandingan K-League menjelang akhir tahun 2020.

Kecepatan dan performa Damjanovic sendiri seharusnya bisa membawa ia kembali ke Eropa, dan ia sendiri telah menjadi salah satu dari sedikit pemain impor ke Asia yang memainkan tahun-tahun terbaiknya di benua Kuning itu. Sekarang di musim ke-15 bermain di Asia Timur, pemain berusia 40 tahun itu kini bermain untuk tim asal Hongkong, Kitchee.

Perjalanan fantastis Damjanovic di Korea

Damjanovic tiba di K-League Korea pada tahun 2007 ketika ia menandatangani kontrak dengan Incheon United. Pemain asal Montenegro itu bergabung dari Bezanija (Serbia), dan sebelum pindah ke Asia, Damjanovic telah melakukan berbagai kesepakatan pinjaman.

Striker itu segera menemukan kesuksesan di Korea saat ia menempati posisi kedua di K-League dalam raihan 14 gol dari 26 penampilan. Meskipun Incheon melewatkan babak playoff liga, pemain Montenegro itu mengesankan klub terkaya di Negri Ginseng, FC Seoul.

Merah dan hitam menandatangani Damjanovic di offseason, dan tidak lama sampai ia mengantongi gol di Seoul World Cup Stadium.

Memiliki nama besar

Kedatangan Damjanovic di Seoul mengubah klub ibu kota menjadi tim utama K-League. Itu juga melihat klub menantang saingan beratnya Suwon Bluewings untuk supremasi K-League. 15 golnya membawa Seoul ke kejuaraan playoff di mana sayangnya mereka kalah dari Suwon dalam pertandingan perebutan gelar.

Pemain asal Montenegro itu terus mencetak gol secara teratur saat klub terus unggul di dalam negeri dan di Liga Champions Asia. Seoul mengangkat gelar K-League 2010 saat Damjanovic mencetak 12 gol selama musim reguler.

Pada tahun 2011, ia menindaklanjuti kemenangan gelar Seoul dengan satu musim menjadi pemain terbaik. Pemain asal Montenegro itu mencetak 23 kali gol diikuti dengan 27 gol lagi di tahun 2012, membuktikan dengan statistik betapa bagusnya Damjanovic sebagai pemain dan di tahun itu, Lucky-Goldstar sukses meraih gelar kedua mereka.

Namanya yang sudah mulai dikenal di benua Asia membawanya masuk dalam radar tim asal Liga Super China, Jiangsu Sainty dan pada 2011, rekan Mirko Vucinic itu resmi bermain di China. Tahun 2014, Damjanovic bergabung dengan Beijing Guoan selama 1 tahun dan ia sukses mengantongi 26 gol dalam 45 pertandingan Liga Super China untuk The Imperial Guards.

Kendati demikian, seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, Korea adalah rumah keduanya dan ia kembali ke FC Seoul pada tahun 2016.

Dejan Damjanovic, legenda K-League

Seoul mendapatkan kembali gelar K-League di musim pertama (2016/2017) Damjanovic di Korea. Ia berpadu dengan rekannya sesama penyerang Adriano untuk mencetak 30 kali gol. Jelang musim 2018, pemain bertinggi badan 1,87 meter itu kemudianbergabung dengan rival bebuyutan Seoul, Suwon Samsung Bluewings.

Ia mencetak 13 gol di musim pertamanya bersama Suwon. Sementara klub barunya Suwon finis di papan tengah, Seoul finis di dua terbawah dan dipaksa bermain di playoff degradasi. Tidak lama setelah itu, Damjanovic melanjutkan perjalanannya dengan bermain bersama Daegu FC pada 2020 lalu dan mencetak 9 gol dari 23 penampilan di kompetisi utama.

Kini Damjanovic yang bermain untuk Kitchee akan tercatat dalam sejarah sebagai striker asing terbesar di K-League. Sangat disayangkan bahwa kemampuan mencetak gol Damjanovic tidak dihargai di luar benua Asia dan di Eropa.

(muflih miftahul kamal/muf)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan


Daun Media Network