Selamat Ulang Tahun!

7 Pemain Asing Top Serie A yang Bisa Membela Italia, tapi Tidak Dilakukan

"Bayangkan jika pemain sekelas Javier Zanetti atau Edinson Cavani lebih memilih membela Italia?"

Feature | 13 July 2021, 19:10
7 Pemain Asing Top Serie A yang Bisa Membela Italia, tapi Tidak Dilakukan

Libero.id - Sebagai salah satu kompetisi sepakbola terbaik di dunia, Serie A sejak dulu sudah kedatangan pemain-pemain asing jempolan. Beberapa nama pernah diminta membela Italia ketika negara asal belum melirik. Tapi, mereka menolak. 

Keputusan Roberto Mancini memanggil tiga pemain kelahiran Brasil untuk ikut ke Euro 2020 sempat menimbulkan topik perdebatan keras di media-media Italia. Ada yang mendukung 100%. Tapi, banyak juga yang menentang. Nasionalisme menjadi alasan para penentang.

Namun, Mancini tidak peduli. Dia membuktikan pilihannya tepat dengan membawa Gli Azzurri menjuarai Euro 2020. "Kami memilih beberapa pemain di skuad Italia yang bukan orang Italia," ujar Mancini beberapa waktu lalu, dilansir Squawka.

"Saya pikir seorang pemain Italia pantas bermain di tim nasional Italia sekalipun mereka yang tidak lahir di Italia. Kami melakukan banyak hal untuk mendatangkan pemain muda dan kemudian kami pergi dan memanggil orang asing yang memenuhi syarat untuk bermain untuk Italia," tambah mantan pelatih Inter Milan itu.

Pendapat Mancini akhirnya dapat dimengerti setelah Emerson Palmieri, Rafael Toloi, dan Jorginho sukses membantu Italia memenangkan Euro 2020.

Tapi, perdebatan semacam ini sudah mendarah daging di Italia sejak lama. Bahkan, ketika mereka menemukan pemain asing yang bagus di Serie A, latar belakangnya langsung diselidiki. Dan, jika ternyata memiliki keturunan Italia, ajakan membela Gli Azzurri langsung diajukan, meski tidak semuanya bersedia.

Berikut ini  7 pemain asing top di Serie A yang pernah diminta membela Italia, tapi menolak:


1. Edinson Cavani (Uruguay)

Edinson Cavani lahir di Salto, Uruguay, dan meninggalkan klub masa kecilnya, Danubio, pada 2007 untuk pindah ke Palermo. Meski sudah mewakili La Celeste di level junior, Cavani bisa saja memperkuat tim senior Italia jika bersedia. Itu karena kakek-neneknya berasal dari Maranello.

Cavani menolak dan memilih membela Uruguay. Tentu saja itu keputusan yang tepat karena dirinya menjadi andalan La Celeste selama bertahun-tahun. Hingga saat ini, Cavani telah mencetak 53 gol untuk Uruguay dan menjadikannya pencetak gol terbanyak kedua sepanjang masa di belakang Luis Suárez dengan 64 gol.


2. Paulo Dybala (Argentina)

Digembar-gemborkan sebagai pewaris bakat Lionel Messi, perjalanan Dybala mewakili Argentina sangat menarik. Pertama, ada lebih dari satu negara yang bisa memberinya rumah. Yang paling mengejutkan adalah Polandia, tempat kakeknya lahir dan dibesarkan sebelum pindah ke Argentina. Lalu, Italia, tempat Dybala bermain sepakbola sejak 2012.

Tapi, playmaker Juventus itu akan merasa tidak nyaman jika harus bermain untuk Italia karena keluarganya semua tinggal di Argentina. "Saya merasa 100% Argentina. Saya tidak senang di tim nasional yang tidak terasa seperti milik saya, mendengar lagu kebangsaan yang bukan milik saya, dengan warna yang bukan milik saya," ungkap Dybala.

Sayang, karier Dybala dengan La Albiceleste tidak mulus. Dirinya tidak masuk skuad yang baru saja menjuarai Copa America 2021.


3. Dunga (Brasil)

Cukup adil untuk mengatakan bahwa tidak ada kekurangan kualitas pada gelandang Italia pada dekade 1980 dan 1990-an. Tapi, suporter bisa melihat penampilan Dunga yang membanggakan saat bermain untuk Fiorentina.

Menjadi keturunan Italia, dia memenuhi syarat untuk dipanggil Gli Azzurri. Tapi, Dunga sudah mendapatkan panggilan untuk Brasil pertama kali pada 1987. Itu tahun yang sama saat Dunga pindah ke Eropa dengan bergabung ke Pisa dari Vasco da Gama.

Keputusan yang tepat karena tujuh tahun kemudian di Amerika Serikat (AS), Dunga memimpin pasukan Carlos Alberto Parreira menuju kejayaan di Piala Dunia 1994.


4. Mauro Icardi (Argentina)

"Saya memiliki opsi bermain untuk Italia. Saya mendapat panggilan untuk Italia U-21. Tapi, saya tidak ingin pergi. Saya ingin bermain untuk Argentina," ucap Icardi. Itu adalah kata-kata Icardi, yang asli Rosario. Tapi, kakek-neneknya adalah orang Italia.

Meski menolak Italia, karier Icardi di Argentina tidak mulus. Hingga saat ini, Icardi hanya membuat penampilan sporadis untuk La Albiceleste dengan delapan caps dan satu gol sejak 2013. Itu bukan karena kesalahannya sendiri, melainkan persaingan yang ketat di lini depan.


5. Enzo Scifo (Belgia)

Sebelum Eden Hazard dan Kevin de Bruyne, Enzo Scifo merupakan pesepakbola terbaik yang pernah membela Belgia. Dia dibesarkan di La Louviere, Wallonia, dari orang tua asal Italia. Status itu membuat Scifo memenuhi syarat untuk memperkuat Gli Azzurri.

Sayangnya Scifo tidak ada dalam radar Italia saat sedang membangun reputasi di Anderlecht. Karena itu, Scifo memutuskan menerima panggilan Belgia sebelum bergabung dengan Inter Milan. Kemudian, Scifo menikmati tahun-tahun yang sukses selama bermain di Torino. Di sana, namanya abadi hingga hari ini.


6. Alex Telles (Brasil)

Ada kemungkinan Alex Telles mengenakan jersey Italia sebelum Tite memanggilnya di skuad Brasil pada Maret 2019. Bek kiri berusia 28 tahun itu memegang kewarganegaraan Italia dan Brasil. Tapi, dia menunggu panggilan Gli Azzurri yang tidak datang. Akibatnya, ketika Brasil meminta, Telles memutuskan menukar paspornya.


7. Javier Zanetti (Argentina)

Sangat mungkin Zanetti akan menjadi pemain Italia kelahiran asing terhebat sepanjang masa. Dia adalah putra Buenos Aires dari orang tua yang berasal dari Milan. Dia memulai debut untuk Argentina, beberapa bulan sebelum meninggalkan rumah untuk pergi ke Inter Milan.

Bayangkan jika Zanetti lebih memilih Italia? Dia pasti akan menjadi bangunan dari barisan pertahanan Gli Azzurri yang kokoh dan bermain bersama Fabio Cannavaro, Alessandro Nesta, serta Paolo Maldini.

(diaz alvioriki/anda)




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Komentar

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=LDyrEvcaNwM

Artikel Pilihan