Selamat Ulang Tahun!

Selain Villarreal vs Man United, 7 Adu Penalti ini Juga Punya Skor Besar

"Ada yang sampai 20-19. Sampai nggak kelar-kelar."

Feature | 27 May 2021, 17:51
Selain Villarreal vs Man United, 7 Adu Penalti ini Juga Punya Skor Besar

Libero.id - Laga final Liga Eropa 2020/2021 yang mempertemukan Villarreal dengan Manchester United (MU) layaknya drama. Kemenangan Kapal Selam Kuning harus ditentukan lewat adu penalti 11-10! Ini jarang terjadi di sepakbola Eropa. Hanya ada beberapa kasus adu penalti melibatkan semua pemain di seluruh dunia.

Adu penalti adalah metode untuk menentukan tim mana yang mendapatkan kemenangan dalam pertandingan sepakbola. Biasanya, ini digunakan di pertandingan dengan sistem gugur. 

Dalam adu penalti, setiap tim bergiliran menembak ke arah gawang dari titik penalti, dengan gawang hanya dipertahankan oleh kiper tim lawan. Setiap tim memiliki lima tembakan yang harus dilakukan oleh penendang yang berbeda. Tim yang membuat tendangan lebih sukses dinyatakan sebagai pemenang.

Adu penalti selesai segera setelah satu tim memiliki keunggulan yang tidak dapat diatasi. Jika skor setara setelah lima pasang tembakan, adu penalti berlanjut menjadi babak tambahan "sudden death". Bola yang berhasil ditendang ke dalam gawang selama adu penalti tidak dihitung sebagai gol untuk penendang individu atau tim, dan dihitung secara terpisah dari gol yang dicetak selama permainan normal.

Meski prosedur untuk setiap individu dalam adu penalti mirip dengan tendangan penalti biasa, terdapat beberapa perbedaan. Salah satunya terkait penendang maupun pemain lain selain penjaga gawang tidak boleh memainkan bola lagi setelah ditendang (dalam adu penalti).

Adu penalti sudah digunakan sejak 1970-an. Tapi, metode ini telah banyak dikritik karena ketergantungan pada keberuntungan daripada keterampilan. Uniknya, para pengkritik juga tidak memiliki solusi lain yang cukup masuk akal untuk mengatasi masalah ini.

Catatan menunjukkan, sepanjang sejarah sepakbola, ada sejumlah pertandingan yang harus diakhiri dengan adu penalti dengan skor besar. Berikut ini contoh 7 laga tersebut:


1. Brockenhurst vs Andover Town 15-14

Total, 29 gol tercipta dalam pertandingan putaran kedua Piala Hampshire antara Brockenhurst dan Andover Town, 9 Oktober 2013, yang harus diselesaikan dengan adu penalti. Saat itu, penalti ke-30 diselamatkan sehingga memungkinkan Brockenhurst menang 15-14.
 

2. Leyton Orient vs Dagenham and Redbridge 13-14

Pada kompetisi bertajuk Johnstones Paint Trophy antara Leyton Orient dan Dagenham and Redbridge, pada 7 September 2011, para pemain harus menjalani 28 tendangan penalti. Penalti ke-28 diselamatkan sehingga memungkinkan Dagenham untuk memenangkan adu penalti. 


3. Sundsøre IF vs Nykøbing Mors 20-19

Pada 3 Juni 2015, Sundsøre IF mengalahkan Nykøbing Mors 20-19 dalam adu penalti di babak penyisihan Piala FA Denmark. Ini menjadi rekor adu penalti terbesar di negara tersebut.


4. Argentinos Juniors beat Racing Club de Avellaneda 20-19

Pertandingan ini masih tercatat sebagai rekor skor tertinggi dalam adu penalti. Itu terjadi di kompetisi Argentina musim 1988. Ketika itu, Argentinos Juniors mengalahkan Racing Club de Avellaneda 20-19 setelah penalti yang berjumlah total 44. Tentu saja ada beberapa tendangan yang tidak masuk.


5. KK Palace vs Civics 17-16

Rekor dunia saat ini untuk tendangan penalti terpanjang dalam pertandingan kelas satu adalah 48 penalti selama Piala Namibia 2005 ketika KK Palace mengalahkan Civics 17-16.


6. Pantai Gading vs Kamerun 12-11

Pantai Gading dan Kamerun membutuhkan 24 penalti untuk memutuskan siapa yang akan melaju ke semifinal Piala Afrika 2006. Pantai Gading maju dengan menang 12-11 setelah Samuel Eto'o melewatkan upaya keduanya. Uniknya, dia adalah satu-satunya pemain yang gagal di adu penalti.


7. Pantai Gading vs Ghana 11-10

Selama final Piala Afrika 1992 yang dimainkan di Senegal, Pantai Gading memenangkan adu penalti 11-10. Setelah set kedua dari lima tendangan penalti masih terikat pada 10-10, itu berakhir dengan sudden death. Penalti terakhir gagal dilakukan oleh Anthony Baffoe, kapten Ghana. 

Ini adalah penalti terbanyak dalam pertandingan final turnamen internasional besar, dan terakhir kali set kedua yang terdiri dari 5 tendangan diterapkan dalam peraturan.




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Komentar

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=LDyrEvcaNwM

Artikel Pilihan