Selamat Ulang Tahun!

Starting XI AS Roma Saat Debut Francesco Totti pada 1993, Ada Mihajlovic

"Saat itu juga masih bermain Pangeran Roma sebelum digantikan Totti yaitu: Giuseppe Giannini."

Feature | 09 January 2021, 07:20
Starting XI AS Roma Saat Debut Francesco Totti pada 1993, Ada Mihajlovic

Libero.id - Saat menjalani debut pada 28 Maret 1993 saat pertandingan Serie A melawan Brescia, tidak ada yang menyangka jika Francesco Totti akan menghabiskan 25 tahun karier di AS Roma. Hingga laga terakhir pada 28 Mei 2017, legenda Italia itu bermain 786 kali untuk Serigala Ibu Kota Italia dengan kontribusi 307 gol.

Totti lahir dan tumbuh di Roma dari orang tua bernama Lorenzo dan Fiorella Totti. Dia dibesarkan di lingkungan Porta Metronia. Sebagai anak muda, Totti mengidolakan mantan kapten Roma, Giuseppe Giannini

Sebagai penggemar sepakbola, Totti mulai bermain di tim junior pada usia 8 tahun bersama Fortitudo. Kemudian, bergabung dengan SMIT Trastevere dan Lodigiani. Setelah itu dia menjadi perhatian para pemantau bakat. Ibunya pernah menolak tawaran yang menggiurkan dari AC Milan.

Awalnya, klub junior terakhir Totti telah mencapai kesepakatan dengan Lazio. Tapi, salah satu pelatih di Akademi Roma, Gildo Giannini, membujuk orang tuanya untuk mengizinkan Totti  bergabung dengan skuad muda Serigala Ibu Kota Italia pada pertengahan 1989.

Dari situlah semua berawal. Ketika Totti berusia 16 tahun dan Vujadin Boskov menjadi pelatih, debut didapatkan. Lalu, saat Carlo Mazzone menggantikan Boskov, Totti mulai menjadi pemain reguler dan ditempatkan sebagai second striker. Ketika Zdenek Zeman berkuasa, Totti bertambah matang. Puncak prestasinya bersama Fabio Capello.

Berikut ini para pemain yang menjadi saksi penampilan perdana Totti bersama Roma:


1. Giovanni Cervone

Libero.id

Kredit: asroma.com

Kiper ini memiliki karier yang cukup nomaden di sepakbola Italia. Dia tampil untuk sembilan klub secara total. Tapi, periode terbaiknya datang di Roma. Cervone memenangkan satu-satunya kehormatan dalam kariernya, yaitu Coppa Italia 1990/1991. Bersama Roma, dia mencatatkan 235 penampilan selama lebih dari 8 tahun.

Saat ini, Cervone berstatus pelatih klub amatir di Latina, ASD R11 Simonetta. Sebelumnya, dia sempat tercatat sebagai pelatih kiper tim nasional Lebanon. Kontraknya berakhir pada musim panas 2020.


2. Luigi Garzya

Memulai karier di Lecce, Garzya bergabung dengan Roma pada 1991 dan menghabiskan 3  tahun di klub tersebut. Bek tersebut kemudian membantu Torino memenangkan promosi ke Serie A sebelum pensiun pada 2005. Setelah pensiun, dia mengambil beberapa peran kepelatihan di Italia, termasuk pelatih timnas U-21.


3. Aldair Nascimento dos Santos

Libero.id

Kredit: asroma.com

Pemenang Piala Dunia bersama Brasil pada 1994 dan pahlawan Roma. Aldair menghabiskan 13 tahun bersama Roma dan masuk Hall of Fame mereka. Setelah memenangkan gelar Coppa Italia dan Serie A, Aldair akhirnya pergi ke Genoa pada 2003. Sebagai bentuk terima kasih, Roma mempensiunkan seragam nomor 6 selama satu dekade hingga kedatangan Kevin Strootman.

Saat ini Aldair kembali ke kampung halamannya di Brasil. Dia mengelola bisnis keluarga dan sesekali muncul di media Negeri Samba untuk mengulas isu-isu sepakbola yang berkaitan dengan Serie A.


4. Antonio Tempestilli

Salah satu anggota senior Roma di hari debut Totti. Tempestilli yang juga sempat sempat bermain singkat di Inter Milan. Setelah pensiun, sang bek kembali ke Roma sebagai staf pelatih di tim junior. Dia sempat menjadi direktur di Roma hingga 2019. Saat ini, Tempestilli tercatat sebagai direktur di Akademi Reggina.


5. Silvano Benedetti

Benedetti adalah anggota skuad Torino yang mencapai final Piala UEFA 1991/1992. Setelah itu, dia pindah ke Roma dan bertahan 3 tahun. Setelah pensiun, Benedetti kembali ke Torino untuk menjadi salah satu anggota staf pelatih di akademi. Dia memiliki putra yang bermain sebagai bek di Pisa, yaitu Simone Benedetti.


6. Antonio Comi

Seperti Benedetti, Comi juga identik dengan Torino. Itu adalah klub yang dia wakili selama 7 tahun sebelum menghabiskan 5 tahun berikutnya bersama Roma. Sejak 2001, Comi telah memegang berbagai posisi di Torino. Saat ini dia adalah manajer umum.

Putranya, Gianmario Comi, pernah tercatat sebagai pemain AC Milan dan telah bermain untuk 7 klub berbeda dengan status pinjaman. Saat ini, Comi junior membela Pro Vercelli di Serie C.


7. Sinisa Mihajlovic

Salah satu wajah yang paling dikenal sejak debut Totti hingga hari ini adalah Mihajlovic. Pria berkebangsaan Serbia tersebut adalah salah satu dari sedikit pemain yang secara sah dapat mengklaim mampu mengambil bola mati yang lebih baik dari yang dilakukan Totti.

Sekarang, Mihajlovic masih tetap eksis di kasta tertinggi sepakbola Italia. Dia adalah pelatih Bologna. "Saya menganggap dia teman saya. Tapi, ada periode ketika kami tidak berbicara. Itu terjadi setelah dia tidak datang ke pertandingan perpisahan saya di sepakbola. Saya mengundangnya dan dia tidak menjawab saya. Bagi saya, rasa hormat itu penting," kata Mihajlovic tentang Totti.

"Namun, bagi saya, Totti adalah pesepakbola Italia terhebat sepanjang masa. Tidak ada yang lebih hebat dari Totti yang pernah saya hadapi secara langsung di pertandingan Serie A," tambah Mihajlovic.


8. Valter Bonacina

Bonacina hanya menghabiskan 3 musim di Roma dan lebih banyak berkiprah di Atalanta Bergamo. Di klub itu dia bermain 10 tahun. Bahkan, pada tahun 2010 dia ditempatkan sebagai pelatih sementara Atalanta setelah pengunduran diri Antonio Conte.

Bonacina melatih Lazio U-19 pada 2018. Tapi, dia berhenti pada akhir musim 2018/2019 setelah target tidak tercapai. Saat ini Bonacina tercatat sebagai pelatih Spezia U-19 di kompetisi Primavera.


9. Claudio Caniggia

Sebenarnya, banyak orang yang lupa jika Caniggia pernah bermain untuk Roma ketika Totti menjalani debut. Itu masuk akal karena pria Argentina itu hanya menghabiskan 1 musim di Roma sebelum terkena skorsing 13 bulan karena mengonsumsi kokain.

Pemain sayap itu adalah salah satu bintang di Piala Dunia 1990 untuk Argentina. Dia hanya absen di final karena akumulasi kartu. Saat itu, La Albiceleste dikalahkan Jerman Barat di final.

Caniggia terakhir kali terlihat di lapangan sepakbola pada 2012. Saat itu, dia mencetak gol untuk Wembley FC melawan Langford di babak penyisihan ketiga Piala FA. Dan, setelah pensiun Caniggia tidak berkecimpung di sepakbola sebagai pelatih. Dia hidup layaknya pesohor. Pada 2019 Caniggia menikah lagi setelah bercerai istri yang memberinya 3 anak.


10. Giuseppe Giannini

Libero.id

Kredit: fifa.com

Giannini dikenal sebagai Pangeran Roma sebelum kemunculan Totti. Memenangkan Serie A 1982/1983, ditambah 3 Coppa Italia, Giannini dilantik ke dalam Hall of Fame klub pada 2013. Dia telah memiliki 10 pekerjaan sebagai pelatih yang berbeda sejak 2003. Tapi, tidak pernah menghabiskan lebih dari dua tahun di salah satu pekerjaan itu. Itu membuktikan anggapan pemain hebat belum tentu menjadi pelatih hebat.


11. Ruggiero Rizzitelli

Libero.id

Kredit: asroma.com

Dia adalah pemain yang digantikan Totti untuk melakukan debut. Rizzitelli memenangkan Coppa Italia bersama klub dan mencetak gol dalam kekalahan final Piala UEFA dari Inter Milan. Sayang, setelah pensiun, dia mengalami masa-masa sulit setelah kehilangan sebagian besar pendapatannya dalam penipuan investasi yang membuat pengusaha Gianfranco Lande dipenjara.

Saat ini, Rizzitelli tidak berkecimpung di sepakbola. Dia menjauhi olahraga yang membesarkan namanya itu untuk mengurusi bisnis kecil-kecilan yang dirintis setelah menjadi korban investasi bodong. 




Hasil Pertandingan AS Roma


  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Komentar

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=uZiDnSmspvE

Artikel Pilihan