10 Gelandang Chelsea Setelah Frank Lampard Pergi, Bagaimana Peringkatnya?

"Pada era Lampard, Chelsea menjadi tim Liga Premier yang memiliki lini tengah terbaik."

Feature | 17 December 2020, 11:41
10 Gelandang Chelsea Setelah Frank Lampard Pergi, Bagaimana Peringkatnya?

Libero.id - Sebelum kembali ke Chelsea sebagai pelatih sejak musim 2019/2020, Frank Lampard dikenal sebagai salah satu gelandang legendaris The Blues. Di eranya, Chelsea menjadi tim Liga Premier yang memiliki lini tengah terbaik.

Lampard datang ke Chelsea dari West Ham United pada 2001. Sejak hari pertama berada di London Barat, dia langsung menjelma menjadi pemain penting di lini tengah The Blues. Gaya mainnya yang elegan dan kemampuan yang bagus saat menyerang maupun bertahan membuat Lampard cepat naik daun.

Hebatnya, performa itu mampu dipertahankan selama bertahun-tahun. Hingga meninggalkan Chelsea pada 2014 untuk membela Manchester City, dia menyumbangkan hampir semua trofi yang disediakan untuk klub sepakbola profesional di Eropa.

Lampard menyumbangkan 3 trofi Liga Premier, 4 Piala FA, 2 Piala Liga, 2 Community Shield, 1 Liga Champions, dan 1 Liga Eropa. Artinya, hanya Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub yang belum sanggup dipersembahkan Lampard. Kepergiannya ditangisi suporter Chelsea. Manajemen lalu berusaha mencari pemain pengganti yang sepadan.

Berikut ini peringkat 10 gelandang tengah Chelsea setelah era Lampard berakhir:


10. Danny Drinkwater

Dalam 2 tahun terakhir, Drinkwater didakwa dengan mengemudi dalam keadaan mabuk, menyerang di luar klub malam di Burnley, membuat satu penampilan dengan status pinjaman untuk Burnley, menanduk rekan setimnya ketika berlatih untuk Aston Villa, dan dikeluarkan dari lapangan dalam pertandingan tim cadangan karena memulai perkelahian dengan anak berusia 16 tahun.

Kesimpulannya, harga 35 juta pounds yang dibayarkan kepada Leicester City tampaknya sia-sia.


9. Tiemoue Bakayoko

Libero.id

Kredit: chelseafc.com

Setelah membangun reputasinya di AS Monaco yang mengesankan, Bakayoko menjadi rekrutan termahal kedua Chelsea senilai 40 juta pounds pada 2017. Penampilannya membuat Antonio Conte tidak terkesan sama sekali. Titik nadir Bakayoko terjadi ketika diusir keluar lapangan di laga melawan Watford.

Bakayoko kemudian dipinjamkan ke AC Milan dan Monaco menyusul. Ketika indikator sukses tidak terjadi, Bakayoko memilih pergi. Saat ini dia bermain untuk Napoli.


8. Ethan Ampadu

Mampu bermain di lini pertahanan dan lini tengah, Ampadu diambil pada usia 16 dari Exeter City. Pemain internasional Wales itu sekarang dipinjamkan ke Sheffield United setelah menghabiskan musim lalu di RB Leipzig. Dia masih muda sehingga masih bisa berkembang untuk kembali menjadi pemain Chelsea dalam beberapa tahun mendatang.


7. Kai Havertz

Libero.id

Kredit: chelseafc.com

Havertz menjadi pembelian terbaru Chelsea di lini tengah. Tapi, performanya belum bisa dinilai karena kompetisi belum setengah jalan. Masih banyak pertarungan yang dijalani sehingga kesempatan Havertz untuk membuktikan diri sebagai gelandang berpengaruh di Chelsea masih ada.


6. Ross Barkley

Barkley datang ke Chelsea dari Everton pada 2017. Tapi, kariernya tidak stabil. Kadang, dia bisa bermain bagus. Di lain waktu, dia bisa bermain sangat buruk. Itu bisa dibuktikan dari jumlah penampilan di Liga Premier yang naik-turun. Pernah Barkley merumput 27 kali dalam semusim. Tapi, dia juga sempat bermain 2 kali.

Saat ini, manajemen Chelsea memutuskan meminjamkan pemain asal Inggris itu ke Aston Villa. Di Birmingham, tampaknya Barkley menjadi salah satu pemain penting di lini tengah.


5. Jorginho

Libero.id

Kredit: instagram.com/jorginhofrello

Jorginho lebih dekat hubungannya dengan Sarriball. Tentu saja. Sebab, dia datang ke London Barat ketika Maurizio Sarri menjadi pelatih Chelsea. Dia adalah penendang penalti yang produktif.

Kedudukan Jorginho di Stamford Bridge mencerminkan penampilan Sarri selama musim pertamanya. Tapi, bukan berarti Jorginho tergantung Sarri. Ketika Lampard menjadi pelatih, dia tetap menjadi pemain penting. Sejumlah rumor yang menyebut dia akan pindah ke Italia ternyata tidak pernah terbukti. Setidaknya hingga awal musim 2020/2021.


4. Mateo Kovacic

Pada 8 Agustus 2018, Kovacic bergabung dengan Chelsea dengan status pinjaman 1 tahun. Dia melakukan debut dalam kemenangan kandang 3-2 melawan Arsenal. Lalu, pada 29 Mei 2019, dia terpilih sebagai starter untuk final Liga Eropa 2018/2019 di Baku. Dia bermain hingga menit 78 ketika digantikan Ross Barkley saat Chelsea mengalahkan Arsenal 4-1.

Berkat performa yang bagus di musim pertama, Chelsea memutuskan untuk membuat status Kovacic  permanen. Pada 1 Juli, dia menandatangani kontrak 5 tahun.  Setelah musim mengecewakan di bawah Maurizio Sarri, dia berubah menjadi salah satu pemain Chelsea paling penting di bawah Frank Lampard.

Pada final Piala FA 2019/2020, 1 Agustus 2020, Kovacic secara kontroversial dikeluarkan dari lapangan karena tantangan yang agak ringan kepada Granit Xhaka saat Chelsea kalah 1-2 dari Arsenal. Tapi, pada 25 Agustus 2020, dia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Chelsea 2019/2020.


3. Billy Gilmour

Libero.id

Kredit: instagram.com/billygilmourrr

Dia hanya membuat beberapa penampilan senior sejak bergabung dari Glasgow Rangers saat berusia 16 tahun pada 2017. Mengingat perawakannya yang kecil dan kemampuan passing magnetnya, tidak sulit untuk melihat mengapa Gilmour membuat orang-orang di Chelsea sangat bersemangat.

Ada kemungkinan Gilmour akan benar-benar menjadi Lampard di masa depan. Pasalnya, dia masih memiliki banyak waktu untuk membuktikan kemampuan terbaiknya di depan semua pendukung The Blues.


2. Cesc Fabregas

Setelah berjanji akan menjadi pendukung Arsenal selamanya, pada 12 Juni 2014 Fabregas secara mengejutkan menandatangani kontrak 5 tahun dengan Chelsea bernilai 33 juta euro. Setelah transfernya selesai, dia mengambil nomor punggung 4, yang sebelumnya dikenakan David Luiz.

"Saya meminta Barcelona untuk menemukan cara bagi saya untuk meninggalkan klub. Presiden mencoba menghentikan penjualan. Tapi, saya sudah membuat keputusan. Jika saya tidak berpikir bahwa saya akan bahagia di Chelsea, saya tidak akan pernah membuat keputusan ini. Di atas segalanya, saya ingin bahagia baik secara profesional maupun pribadi," kata Fabregas saat itu, di situs resmi The Blues.

Setelah itu, Fabregas mempersembahkan gelar juara Liga Premier 2014/2015 dan 2016/2017. Ada lagi Piala FA 2017/2018 dan Piala Liga 2014/2015. Saat ini, Fabregas bermain untuk AS Monaco.


1. N'Golo Kante

Libero.id

Kredit: cheseafc.com

Semua pendukung Chelsea di seluruh dunia akan setuju jika Kante menjadi gelandang terbaik The Blues setelah era Frank Lampard berakhir. Datang dari Leicester City, pemain Prancis tersebut menyumbangkan banyak piala untuk Chelsea. Mulai dari Liga Premier hingga Liga Eropa.

Namun, dari semua itu, yang membuat banyak orang suka adalah kejujuran Kante. Saat menandatangani kontrak dengan The Blues pada 16 Juli 2016 dengan fee 32 juta pounds, Kante ditawari kesepakatan dengan sebagian gajinya ditransfer ke rekening luar negeri untuk menghindari pajak. Kante menolak kesepakatan tersebut.

"N'Golo fleksibel. Dia hanya menginginkan gaji normal," tulis pengacaranya dalam email balasan yang sengaja dikirimkan ke manajemen The Blues, dilansir  Football Leaks. Luar biasa!

Baca Berita yang lain di Google News




Hasil Pertandingan Chelsea


  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan




Daun Media Network