Selamat Ulang Tahun!

3 Tim Debutan Liga Champions 2020/2021, Rennais Paling Hoki

"Ada pula klub yang menyandang status paling muda kedua di Liga Champions musim ini setelah RB Leipzig."

Feature | 21 October 2020, 02:59
3 Tim Debutan Liga Champions 2020/2021, Rennais Paling Hoki

Libero.id - Liga Champions kembali bergulir mulai tengah pekan ini. Setelah pada 2019/2020 Bayern Muenchen menjadi juara, musim ini persaingan diyakini semakin ketat. Apalagi, ada beberapa klub pendatang baru.

Seperti musim-musim sebelumnya, 32 tim terbaik di Benua Biru akan dibagi dalam 8 grup. Tiap grup berisi 4 tim. Negara-negara dengan liga terbaik seperti Inggris, Spanyol, dan Italia mendapatkan keistimewaan. Begitu pula Jerman dan Prancis, yang memiliki beberapa tim bertabur bintang.

Beberapa klub besar tetap menjadi unggulan untuk bisa membawa pulang Si Kuping Besar. Selain sang juara bertahan, tim-tim Inggris seperti Manchester City, Manchester United, Liverpool, Chelsea, atau dua raksasa Spanyol, Barcelona dan Real Madrid, layak dikedepankan. Ada juga Juventus dan Inter Milan dari Italia atau Paris Saint-Germain selaku runner-up musim lalu.

Meski tim besar tetap diunggulkan, bukan berarti klub-klub menengah ke bawah hanya numpang lewat. Beberapa tim menengah juga punya catatan yang cukup bagus di kompetisi ini. Bahkan, kejutan sering terjadi dengan munculnya para kuda hitam.

Selain itu, musim ini juga diwarnai beberapa klub debutan. Itu adalah tim-tim yang sama sekali baru ambil bagian di kompetisi sepakbola antarklub paling bergengsi di Benua Biru tersebut. Berikut ini 3 klub debutan musim 2020/2021:

1. Stade Rennais (Prancis)

Libero.id

Kredit: staderennais.com

Stade Rennais Football Club tidak pernah bermimpi bisa tampil di fase grup Liga Champions musim ini. Klub tempat Petr Cech itu dibesarkan bisa tampil di ajang elite Benua Biru karena keberuntungan akibat pandemi Virus Corona yang melanda dunia.

Kisah unik itu berawal ketika Asosiasi Sepakbola Prancis (FFF) dan Liga Sepakbola Profesional (LFP) sepakat menunda Ligue 1 pada 8 Maret 2020. Saat itu, kompetisi baru memainkan pertandingan ke-27 dan 28. PSG ada di puncak klasemen dengan 68 poin dari 27 pertarungan. Posisi 2 ada Olympique Marseille dengan 56 poin dari 28 laga.

Beruntung, posisi Rennais saat Ligue 1 dihentikan sementara ada di baris 3 dengan 50 poin dari 28 pertarungan. Mereka unggul 1 poin dari Lille di posisi 4. Di Prancis, hanya 3 tim teratas yang mendapatkan tiket Liga Champions.

Ketika kompetisi di negara tetangga Prancis dilanjutkan, Ligue 1 justru berhenti. Tidak adanya izin pemerintah membuat FFF dan LFP memutuskan kompetisi berhenti dengan penentuan posisi berdasarkan klasemen saat dihentikan. Tentu saja keputusan itu disambut hangat Rennais karena berarti akan tampil di Liga Champions untuk kali pertama dalam sejarah.

Statistik menunjukkan, Rennais baru 50 kali bermain di Eropa. Rinciannya, 4 Piala Winners, 30 Piala UEFA (Liga Eropa), dan 16 Piala Intertoto. Tidak ada prestasi yang bisa dibanggakan selain mencapai final Piala Intertoto 1999. Ajang itu tidak dihitung sebagai hal prestisius karena hanya kualifikasi untuk PIala UEFA.

Keberuntungan Rennais semakin nyata jika melihat komposisi fase grup musim ini. Mereka tergabung di Grup E melawan Chelsea, Sevilla, dan FC Krasnodar. Secara teori, Rennais diyakini menempati posisi 3 alias tiket babak 32 besar Liga Eropa. Jika beruntung, mereka bisa menjadi runner-up atau juara grup.

2. FC Krasnodar (Rusia)

Libero.id

Kredit: instagram.com/fckrasnodar

Selain debutan, Krasnodar juga menyandang status klub paling muda kedua di Liga Champions musim ini setelah RB Leipzig. Mereka didirikan pada 22 Februari 2008 atau lebih tua 1 tahun dari Leipzig yang lahir pada 19 Mei 2009.

Meski muda, langkah Krasnodar di Liga Rusia sangat mulus. Sejak memulai debut di Divisi III pada 2008, mereka langsung promosi ke Divisi II pada 2009. Pada 2011/2012, Krasnodar sudah berada di kasta tertinggi kompetisi sepakbola Negeri Beruang Merah. Didanai Sergey Galitsky, Krasnodar termasuk stabil di papan tengah. Mereka menjadi langganan Liga Eropa.

Peruntungan mereka berubah dalam dua musim terakhir. Musim lalu, Krasnodar sebenarnya mendapatkan kesempatan tampil di Liga Champions lewat jalur kualifikasi. Setelah menyingkirkan FC Porto di Kualifikasi III, langkah Kranodar terhenti dari Plympiakos Piraeus saat play-off.

Kesempatan kedua datang musim ini. Tidak perlu mengikuti Kualifikasi III lantaran nilai koefisien Rusia di UEFA yang meningkat, Kranodar langsung tampil di play-off. Mereka bertemu PAOK dari Yunani. Krasnodar unggul agregat 4-2 setelah menang 2-1 di kandang maupun tandang.

"Liga Champions adalah kompetisi yang berbeda. Musim lalu kami gagal. Musim ini kami bisa mencapai fase utama. Ini bukan pekerjaan yang mudah sehingga kami harus memperlakukan pertandingan-pertandingan yang dijalani dengan baik," ujar Pelatih Krasnodar, Murad Musayev, di situs resmi klubnya.

3. Istanbul Basaksehir (Turki)

Libero.id

Kredit: instagram.com/ibfk2014

Istanbul Basaksehir Futbol Kulubu menjadi klub debutan di Liga Champions musim ini yang statusnya paling mentereng. Prestasi tim besutan Okan Buruk tersebut di kompetisi sepakbola kasta tertinggi Turki 2019/2020 sanga bagus. Basaksehir juara Liga Turki setelah mematahkan dominasi tiga klub Istanbul lainnya, yaitu Besiktas, Fenerbahce, dan Galatasaray.

Klub berseragam oranye itu juara musim lalu setelah mengumpulkan 69 poin dari 34 pertandingan. Basaksehir unggul 4 poin dari Trabzonspor di posisi 2 dan Besiktas di posisi 3. Tapi, Besiktas yang akan mendampingi Basaksehir ke Liga Champions karena Trabzonspor punya masalah dengan UEFA terkait regulasi Financial Fair Play (FFP).

"Liga Champions merupakan turnamen prestisius. Setiap poin yang kami dapatkan di pertandingan akan sangat bagus bagi masa depan klub dan negara kami. Jadi, para pemain saya pasti akan melakukan yang terbaik. Kami siap menghadapi tim-tim bagus Eropa," ungkap Arsitek Basaksehir, Okan Buruk, di situs resmi UEFA.

Tergabung di Grup H, Basaksehir tidak beruntung. Mereka akan bertemu dengan sejumlah tim tangguh. Contohnya, Manchester United dan Paris Saint-Germain. Ada lagi RB Leipzig, yang akan dihadapi di pertandingan pertama.

Sejak berganti nama dari Istanbul Buyuksehir Belediyespor menjadi Istanbul Basaksehir Futbol Kulubu pada 2014/2015, mereka stabil di 4 besar klasemen akhir Liga Turki. Selain Liga Eropa, Basaksehir sebenarnya sempat mendapatkan kesempatan bermain di Liga Champions lewat kualifikasi. Sayang, pada 2017/2018 dikalahkan Sevilla di play-off dan pada 2019/2020 disingkirkan Olympiakos Piraeus di Kualifikasi III.




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Komentar

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=HgyPUs_08U4

Artikel Pilihan