6 Pemain Liga 1 2020 yang Memiliki Hubungan Darah Kakak-Adik

"Layaknya Filippo dan Simone Inzaghi di Italia, Frank dan Ronald de Boer di Belanda, atau Garry dan Phil Neville di Inggris."

Feature | 03 September 2020, 08:54
6 Pemain Liga 1 2020 yang Memiliki Hubungan Darah Kakak-Adik

Libero.id - Seperti liga-liga di tempat lain, fenomena saudara kandung yang bermain di kompetisi sepakbola Indonesia juga lumrah terjadi. Ada yang membela bendera yang sama, tapi ada pula yang berbeda klub. 

Keputusan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru melanjutkan Liga 1 yang terhenti akibat PSBB terkait Covid-19 di berbagai daerah disambut gembira para penggemar sepakbola di Indonesia. Mereka bisa kembali menyaksikan klub kesayangan bertanding, meski kemungkinan besar hanya melalui layar kaca.

Sebagai puncak kompetisi di Indonesia, Liga 1 2020 juga memiliki sejumlah fakta menarik yang menghadirkan warna tersendiri. Layaknya Filippo dan Simone Inzaghi di Italia, Frank dan Ronald de Boer di Belanda, atau Garry dan Phil Neville di Inggris pada masa lalu, Liga 1 juga mempunyai beberapa pemain satu darah.

Berikut ini 6 pemain di Liga 1 2020 yang memiliki status keluarga kandung. Ada yang kakak-adik, ada juga yang kembar:

1. Indra Kahfi Ardhiyaksa (Bhayangkara FC) dan Andritany Ardhiyasa (Persija)

Indra dan Andritany adalah kaka-adik paling sukses di kompetisi sepakbola Indonesia. Keduanya sama-sama pernah membawa klub yang dibela mengangkat trofi Liga 1. Indra bersama Bhayangkara pada 2017, sedangkan Andritany dengan Persija pada 2018.

Keduanya lahir di Jakarta, Indra pada 5 Oktober 1986 dan Andritany pada 26 Desember 1991. Indra berposisi sebagai bek tengah, sedangkan Andritany adalah penjaga gawang. Perbedaan lainnya adalah profesi keduanya. Jika Andritany 100% pemain sepakbola, Indra berstatus anggota Polri dengan pangkat Inspektur II.

2. Muhammad Rezaldi Hehanusa dan Al Hamra Hehanusa (Persija)

Libero.id

Kredit: instagram.com/rezaldihehanussa dan instagram.com/hehanussahamra

Sama-sama memulai karier profesional di Persija, Rezaldi dan Hamra juga memiliki posisi yang sama di sektor belakang. Bedanya, Rezaldi merupakan bek kiri, sementara Hamra bek kanan. Rezaldi sudah bermain untuk Macan Kemayoran sejak 2016 dan sempat membela tim nasional Indonesia U-23 dan senior. Sementara Hamra baru bermain di skuad utama pada 2019.

Meski memiliki hubungan darah, Hamra ternyata tidak menjadikan Rezaldi idola. Pemain yang terpaut usia 4 tahun dengan sang kakak tersebut lebih memilih Maman Abdurrahman sebagai role model di sepakbola. Tapi, tetap saja Hamra menganggap Rezaldi memiliki jasa yang sangat besar terhadap karier sepakbolanya.

3. Fandi Eko Utomo (PSIS) dan Wahyu Subo Seto (Bhayangkara FC)

Sebagai putra legenda Persebaya Surabaya, Yusuf Ekodono, Fandi dan Wahyu juga memulai karier sepakbola dari rahim yang sama. Sebagai pemain hebat pada masanya, Yusuf sendirilah yang mendidik Fandi dan Wahyu sejak balita. Di sela-sela kesibukan sebagai pemain dan pelatih setelah pensiun, Yusuf menyempatkan diri mengajari kedua putranya cara bermain sepakbola yang benar.

Hasil didikan Yusuf terlihat saat Fandi dan Wahyu memutuskan terjun ke gelangang profesional. Fandi menjalani debut di Liga Indonesia bersama Persela Lamongan pada 2009, sedangkan Wahyu membela Persebaya ISL yang sekarang berubah menjadi Bhayangkara sejak junior pada 2010.

Saat ini, Fandi bermain untuk PSIS Semarang dan Wahyu tetap setia membela The Guardian. Fandi juga memiliki karier yang lebih bagus karena sempat mendapatkan kepercayaan membela timnas U-23 di Asian Games 2014.

4. Gian Zola Nasrulloh Nugraha dan Beckham Putra Nugraha (Persib)

Libero.id

Kredit: instagram.com/beckham_put7 dan instagram.com/gianzolanasrullohnugraha

Zola dan Beckham adalah pemain asli didikan Diklat Persib Bandung. Putra pasangan Budi Nugraha dan Yuyun Zawariah itu sudah bermain sepakbola sejak kanak-kanak. Bakat keduanya lalu menarik minat Maung Bandung. Baik Zola maupun Beckham sama-sama senang bermain sebagai gelandang, baik gelandang tengah maupun gelandang serang.

Kegemilangan bersama tim junior maupun senior Maung Bandung membuat Zola dan Beckham mendapatkan kesempatan memperkuat timnas Indonesia. Zona adalah anggota Garuda Muda saat menjuarai Piala AFF U-22 2019. Sayang, saat SEA Games 2019 digelar di Filipina, namanya tidak masuk skuad karena kalah bersaing dengan pemain lain.

Langkah Zona di tim Merah-Putih juga diikuti sang adik. Pemuda kelahiran 29 Oktober 2001 itu baru saja terpilih mengikuti pelatnas timnas U-19 asuhan Shin Tae-yong di Kroasia. Jika mulus, Beckham berpeluang membela Indonesia di Piala Dunia U-20 2021.

5. Amiruddin Bagus Kahfi Al-Fikri dan Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi (Barito Putera)

Libero.id

Kredit: instagram.com/bagaskaffaa

Bagus dan Bagas menjadi perbincangan saat tergabung di timnas U-16 asuhan Fakhri Husaini. Pada 2017, pemain kembar identik itu menghadirkan sejumlah trofi di beberapa kejuaraan regional untuk pemain U-16. Sebut saja Thien Phong Plastic Cup di Vietnam dan JENESYS Japan-ASEAN U-16 Youth Football Tournament. Bagus dan Bagas juga membawa timnas U-16 juara Piala AFF U-16 2018.

Keduanya kembali bermain bersama saat timnas U-16 berubah menjadi timnas U-19. Mereka juga sama-sama membela Garuda Select menjalani pelatihan di Inggris dan Italia. Setelah program tersebut terhenti, pemuda kelahiran Magelang, 16 Januari 2002, itu mendapatkan kontrak dari Barito Putera untuk tampil di di Elite Pro Academy dan Liga 1 2020.

Sayang, harapan untuk melihat Bagus dan Bagas berkolaborasi dengan seragam Laskar Antasari harus tertunda. Pasalnya, Bagus mengalami cedera dan diprediksi absen hingga akhir tahun ini. Sementara Bagas terpilih mengikuti pelatnas timnas U-19 di Kroasia.


6. Abduh Lestaluhu (Persikabo 1973) dan Anan Lestaluhu (Bali United)

Libero.id

Kredit: instagram.com/abduhlestaluhu_3 dan instagram.com/ananlestaluhu

Di awal musim, Abduh sempat menjadi headline ketika berkeinginan pindah ke Persebaya Surabaya, tapi tidak mendapatkan izin dari atasannya di TNI. Sebagai anggota militer, Abduh tidak bisa berbuat banyak dan harus tetap membela klub hasil merger PS Tira dengan Persikabo Kabupaten Bogor, Persikabo 1973.

Ternyata, Abduh memiliki adik yang beroperasi di sektor belakang. Anan mengawali karier di Persija Jakarta sebelum pindah ke Bali United pada 2019. Pada awal musim ini, pemuda berusia 20 tahun itu masih tercatat sebagai anggota Serdadu Tridatu. Namun, ketika Liga 1 akan dilanjutkan, Anan mengundurkan diri. Alasannya, ingin mengikuti seleksi menjadi anggota Polri. Bisa ditebak, kemungkinan besar dia akan segera menjadi pemain Bhayangkara.

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan


Daun Media Network