Kisah Kocak Klub Lithuania Kontrak Pemain dengan Data Palsu dari Wikipedia

"Ada-ada saja kelakukan pemain sepakbola yang satu ini. Cek kisahnya.."

Analisis | 16 August 2022, 16:05
Kisah Kocak Klub Lithuania Kontrak Pemain dengan Data Palsu dari Wikipedia

Libero.id - Biasanya, klub yang baru mengontrak pemain akan mengumumkan ke publik lengkap dengan curriculum vitae yang mentereng. Tapi, bagaimana jika daftar riwayat hidup sang pemain diambil dari Wikipedia, dan di kemudian hari ternyata bohong? Tim Lithuania, FK Panevezys, punya cerita kocak sekaligus sedih ini pada 2018.

Selama jendela transfer musim dingin 2018, FK Panevezys memutuskan merekrut Miguel Panzo. Kemudian, mengumumkannya secara meriah di situs resmi.

"Pemain memulai karier profesional di Inggris dengan Queens Park Rangers. Pada 2010/2012, dia mewakili tim utama QPR di Championship. Miguel Panzo memainkan 36 pertandingan dan mencetak 24 gol," tulis FK Panevezys ketika itu.

"Setelah membela QPR, sang pemain bermain untuk Sarlat Marcillac, Moulins, Brevinois Foot, Les Sables-d'Olonne, dan Orleans," tulis situ resmi FK Panevezys selanjutnya.

Miguel Panzo memang pesepakbola profesional yang benar-benar nyata dan bukan palsu. Dirinya juga memiliki centang biru di Instagram, yang menandakan status sang pemain.

Tapi, keanehan muncul di data terkait QPR. Sebab, dia tidak mencetak 45 gol dalam 36 pertandingan saat bermain untuk QPR di Championship. Suntingan sebelumnya di Wikipedia yang mengatakan dia mencetak 24 gol dalam 36 penampilan juga tidak benar. Jadi, sesuatu yang mencurigakan telah terjadi.

Fakta lain, Neil Warnock adalah pelatih QPR pada saat itu. Dan, dia hanya memiliki pemain-pemain seperti Jamie Mackie, Helder Helguson, serta Rob Hulse sebagai opsi penyerang. Tidak ada nama Miguel Panzo di sana.

Jadi, apa yang sebenarnya terjadi? Miguel Panzo memang tercatat punya riwayat karier di QPR. Tapi, bukan di tim utama. Dia memang dibesarkan di Akademi QPR. Jadi, tidak ada catatan resmi tentang Miguel Panzo yang bermain untuk tim utama QPR, baik di Championship maupun ajang lainnya.

Tapi, keanehan Miguel Panzo tidak hanya soal QPR. Di sana tertulis, Miguel Panzo telah bermain tiga kali untuk Angola di kualifikasi Piala Afrika. Dan, lagi-lagi tidak ada bukti catatan atau rekaman yang menunjukkan Miguel Panzo bermain atau dipanggil masuk skuad nasional Angola.

Lalu, apa fakta sebenarnya? Miguel Panzo memang sempat bermain di Inggris. Dia merumput untuk beberapa klub kasta bawah seperti Woking, Hendon, Hillingdon, Northwood, dan Cambridge City. Ada juga banyak tim Prancis di liga yang lebih rendah.

Menurut Transfermarkt, Miguel Panzo meninggalkan FK Panevezys dan bergabung dengan Vittoriosa Stars di Liga Malta pada Januari 2019. Dia juga bermain untuk klub Slovenia, NK Krsko, dan Mauerwerk di Austria.

Miguel Panzo dilaporkan tidak memiliki klub sejak Juli 2021. Tapi, pemain berusia 29 tahun itu telah bekerja dengan sebuah organisasi pesepakbola profesional di Prancis (UNFP), sebagai pembuat konten.

Uniknya, tak lama setelah keanehan Miguel Panzo terbongkar, FK Panevezys menghapus pernyataan itu dan meminta maaf atas informasi yang salah yang dipublikasikan. Sementara sang pemain membantah mengedit halaman Wikipedia miliknya.

"Laman itu (Wikipedia) dapat diubah oleh siapa saja dan saya masih tidak tahu apakah seseorang benar-benar membuat saya menjadi pencetak gol serial atau mungkin terjemahan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Slovenia yang membingungkan," kata Miguel Panzo kepada UNFP dalam sebuah fitur tentang dirinya.

"Tapi, pertanyaannya tidak ada di sana, ketika jaringan mulai menyala, saya sudah menandatangani kontrak. Saya telah melakukan uji coba dan menjalani dua pertandingan persahabatan. Setelah itu klub memutuskan mempekerjakan saya karena saya telah membuktikan nilai saya di lapangan," ungkap Miguel Panzo.

"Saya pernah bermain di QPR, di tim junior, tidak pernah di tim utama. Saya menantang siapa pun untuk membuktikan bahwa saya bisa membuat orang percaya. Kesalahan yang saya buat adalah meremehkan kedengkian orang-orang yang membicarakan saya tanpa mengenal saya," beber Miguel Panzo.

Apa yang menimpa Miguel Panzo memang tidak setingkat dengan "sepupu George Weah" di Southampton alias Gregoire Akcelrod, yang hampir menipu klub Championship itu untuk membayarnya 15.000 pounds (RP267 juta) per bulan. Tapi, tetap saja ini adalah cerita yang lucu.

(diaz alvioriki/anda)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan




Daun Media Network