Selamat Ulang Tahun!

3 Transfer Terbaik dan 2 Terburuk Marina Granovskaia di Chelsea

"Ada yang menganggap melakukan pembelian panik."

Analisis | 26 June 2022, 06:33
3 Transfer Terbaik dan 2 Terburuk Marina Granovskaia di Chelsea

Libero.id - Chelsea kini berada di bawah kepemimpinan baru pengusaha asal Amerika, yakni Todd Boehly. Setelah mengambil alih klub, Boelhy telah memutuskan untuk melepaskan direktur Chelsea, Marina Granovskaia. Ini adalah salah satu dari sedikit perubahan yang dilakukan.

Pengusaha wanita Rusia-Kanada itu telah berada di Chelsea sejak 2010, melayani klub dalam berbagai kapasitas. Dia adalah tangan kanan dari mantan pemilik The Blues, Roman Abramovich, dan juga anggota dewan.

Namun, Granovskaia terkenal sebagai aktor utama yang bertanggung jawab atas negosiasi transfer serta kesepakatan kontrak di klub.

Kerja keras Granovskaia dalam kapasitas administratifnya di Chelsea membuatnya memenangkan penghargaan Direktur Klub Terbaik Sepak Bola Eropa pada 2021. Terlepas dari kegigihannya dalam transaksi transfer dengan klub dan agen lain, dia belum sepenuhnya sempurna di pasar transfer.

Karena itu, artikel ini akan membahas beberapa kesepakatan transfer terbaik dan terburuk Granovskaia yang dinegosiasikan di Chelsea.

#3 Membeli Mateo Kovacic dari Real Madrid (45 juta euro/Rp 704 miliar)

Pada musim panas 2019, Granovskaia mampu membantu Chelsea mengamankan kesepakatan transfer untuk gelandang Kroasia, Kovacic, dari Real Madrid.

10 Foto Selebrasi Gelar Perdana Eropa bagi AS Roma

10 Foto Selebrasi Gelar Perdana Eropa bagi AS Roma

Kesepakatan itu adalah salah satu yang membawa kesuksesan besar bagi The Blues, baik di dalam maupun di luar lapangan. Kovacic menyegel kepindahan permanen ke Stamford Bridge setelah awalnya menghabiskan musim 2017/2018 dengan status pinjaman.

Chelsea membayar 45 juta euro untuk transfernya dari Real Madrid, yang cukup adil untuk pemain sekaliber Kovacic.

The Blues mendapat manfaat, karena Kovacic kemudian memenangkan Pemain Terbaik Klub untuk musim 2019/2020.

#2 Menjual Diego Costa ke Atletico Madrid (60 juta euro/Rp 937 miliar)

Kesepakatan transfer top lainnya yang dapat diamankan Granovskaia untuk Chelsea selama waktunya sebagai direktur klub jelas adalah kembalinya Diego Costa ke Spanyol.

Mempertimbangkan situasi di sekitar mantan striker Chelsea selama musim 2017/2018, orang akan berpikir bahwa akan sulit untuk melepas striker tersebut.

Namun, Granovskaia mampu menghasilkan transfer menguntungkan, karena Atletico Madrid membayar di atas 60 juta euro untuk mendaratkan Costa pada Januari 2017.

Ingatlah bahwa striker Brasil itu dikeluarkan dari Chelsea setelah dia berselisih dengan manajer klub saat itu, Antonio Conte. Costa bahkan menolak untuk kembali ke London Barat karena dia bertekad untuk meninggalkan The Blues.

Di bawah pengawasan Granovskaia, Chelsea mampu membuat keuntungan yang mengesankan sebesar 22 juta euro/Rp 344 miliar dari penjualan Costa, meskipun keadaan sulit. The Blues awalnya membayar sejumlah 38 juta euro/Rp 596 miliar untuk mengontrak striker tersebut pada 2014.

#1 Menjual Eden Hazard ke Real Madrid (135 juta pounds/Rp 2,4 triliun)

Sangat sedikit klub yang bisa menjual seorang pemain dengan biaya rekor klub dengan kontraknya tinggal kurang dari satu tahun. Namun, Granovskaia mewujudkannya pada 2019 saat Hazard bergabung dengan Real Madrid.

Chelsea menjual aset paling berharga mereka, Hazard, selama musim panas 2019 dengan harga 135 juta pounds belum termasuk bonus.
Granovskaia adalah otak di balik transfer tersebut, karena pemain Belgia itu sangat ingin pindah ke Spanyol setelah tujuh musim di London Barat. Dia memastikan Chelsea mendapatkan kesepakatan terbaik dari transfer tersebut.

Keuntungan yang didapat dari penjualan Hazard pada 2019 bisa dibilang yang terbesar dalam sejarah klub, karena dia dibeli seharga 38 juta euro/Rp 595 miliar pada 2012.

Setelah yang terbaik kita beralih kepada kesepakatan transfer terburuk di bawah Granovskaia. Berikut adalah beberapa di antaranya.

#2 Membeli Kepa Arrizabalaga dari Atletico Bilbao (80 juta euro/ Rp 1,2 triliun)

Satu transfer yang sebagian besar penggemar Chelsea tidak bisa bayangkan adalah transfer Kepa dari Atletico Bilbao pada musim panas 2018.

The Blues baru saja kehilangan kiper Belgia, Thibaut Courtois, ke Real Madrid beberapa minggu sebelum dimulainya musim 2018/2019.
Klub London sedang mencari kiper baru dengan tangan yang kurang mampu tersedia di pasar seperti pada saat itu.

Hal ini membuat Chelsea di bawah pengawasan Granovskaia melakukan apa yang oleh sebagian besar penggemar dan pakar akan diklasifikasikan sebagai 'pembelian panik'. The Blues mengeluarkan biaya rekor dunia sebesar 71,6 pounds juta/Rp 1,1 triliun untuk mendaratkan Arrizabalaga musim panas itu.

Kiper asal Spanyol itu memang memiliki potensi, tidak diragukan lagi. Tetapi, biaya transfer pasti meningkat. Juga, dilihat dari penampilannya di Chelsea sejak tiba, dapat dikatakan bahwa transfer tersebut tidak berjalan dengan baik untuk Granovskaia.

# 1 Romelu Lukaku pindah ke Chelsea pada 2021 (97,5 juta pounds/Rp 1,7 triliun)

Bisa dibilang salah satu kehilangan terbesar di bawah pengawasan Granovskaia adalah transfer striker Belgia, Lukaku, dari Inter Milan pada 2021.

The Blues memecahkan rekor transfer mereka sendiri untuk menandatangani kembali mantan striker mereka dengan harga 97,5 juta pounds musim panas lalu.

Sementara ekspektasi tinggi bahwa The Blues akan mendapatkan banyak nilai uang dari kesepakatan Lukaku, yang terjadi adalah sebaliknya.

Striker itu berjuang untuk membenarkan sejumlah besar uang yang dihabiskan untuk mengamankan jasanya selama musim 2021/2022.

Dengan kurang dari setahun sejak Chelsea memecahkan rekor transfer mereka untuk mengontrak pemain depan Belgia itu, dia sekarang dipinjamkan kembali ke Inter Milan. Klub Italia membayar 8 juta euro/Rp 125 miliar plus tambahan untuk penandatanganan rekor klub The Blues.

(mochamad rahmatul haq/yul)




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Opini

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=K160TuCE-_M

Artikel Pilihan


Daun Media Network