Selamat Ulang Tahun!

Profil Byron Castillo, Pemain Ekuador yang Dituduh Orang Kolombia

"Siapa dia sebenarnya? Inilah kisah kariernya.."

Biografi | 15 May 2022, 05:18
Profil Byron Castillo, Pemain Ekuador yang Dituduh Orang Kolombia

Libero.id - Byron David Castillo Segura jadi pembicaraan di Amerika Selatan karena mengancam eksistensi Ekuador di Piala Dunia 2022. Full back Barcelona Guayaquil itu dilaporkan Asosiasi Sepakbola Chile (FFC) ke FIFA dengan tuduhan sebagai pemain ilegal di skuad La Tri selama Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Beberapa hari lalu, sepakbola digemparkan dengan tuduhan Chile kepada Ekuador yang menggunakan pemain Kolombia untuk membantu lolos ke Qatar. Castillo adalah pemain yang dimaksud. 

Kasus ini dilaporkan Chile ke FIFA dengan dua tuduhan serius. FFC mengklaim bek kanan berusia 23 tahun itu menggunakan akta kelahiran dan kewarganegaraan palsu untuk mendaftar sebagai warga negara Ekuador. "Buktinya, pemain itu lahir di Kolombia, di Tumaco, 25 Juli 1995. Bukan 10 November 1998, di  General Villamil Playas, di Ekuador," bunyi pernyataan Chile.

Dari total 18 pertandingan kualifikasi yang dijalani Ekuador, Castillo tampil dalam sembilan pertandingan. La Tri berhasil mengumpulkan 14 dari 26 poin dengan keberadaan Castillo.

Tapi, Chile mengatakan Ekuador harus kehilangan delapan pertandingan yang dimainkan Castillo. Dan, lawan mereka harus diberikan tambahan tiga poin untuk masing-masing pertandingan. Itu akan membuat Chile melompati Kolombia dan Peru ke tempat otomatis Piala Dunia 2022, di peringkat keempat.

"FIFA memutuskan untuk membuka proses disipliner sehubungan dengan kemungkinan pelanggaran oleh Byron David Castillo Segura terhadap kriteria panggilan untuk pertandingan yang ditunjukkan," bunyi pernyataan FIFA.

10 Foto Carli Lloyd, Pemain Sepakbola Wanita US yang Hat-trick di Final Piala Dunia 2015

10 Foto Carli Lloyd, Pemain Sepakbola Wanita US yang Hat-trick di Final Piala Dunia 2015

Lalu, siapa sebenarnya Castillo ini? Berdasarkan dokumen resmi yang dikeluarkan otoritas Ekuador, Castillo lahir General Villamil Playas. Itu adalah kota di pesisir Samudera Pasifik di Provinsi Guayas. Dia memulai karier di klub asal Guayaquil, Norte America.

Sempat dipinjamkan ke Deportivo Azogues, Emelec, hingga Aucas, Castillo bergabung dengan Barcelona pada 5 Januari 2017. Setelah hanya bermain satu kali di musim depan, kariernya terus menanjak pada musim kedua dan seterusnya. Puncaknya, pada 2020 saat membawa Barcelona menjuarai Liga Ekuador.

Penampilan bagus di klub membuat Castillo mendapatkan pemanggilan tim nasional. Dia menjadi anggota Ekuador U-17 yang tampil di Copa America U-17 2015 dan Piala Dunia U-17 2015. Dia juga tampil pada beberapa pertandingan Ekuador U-20 pada 2016.

Karier Castillo di timnas terus menanjak. Pada 29 Agustus 2021, dia dipanggil membela Ekuador asuhan Gustavo Alfaro untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Paraguay, Chile, dan Uruguay. Debut internasional seniornya terjadi pada 2 September 2021 di Estadio Rodrigo Paz Delgado, Quito.

Uniknya, tuduhan tentangan warga negara Castillo bukan kali ini saja dilayangkan. Pada 2017, Castillo dipisahkan dari skuad U-20 setelah tuduhan dirinya lahir di Tumaco. Itu sebuah kota Kolombia dekat perbatasan Ekuador. Dia dituduh memalsukan dokumen kelahiran. Dan, masalah ini membuatnya absen dari timnas kelompok usia berapa pun.

Pada Februari 2021, penyelidikan dimulai untuk menentukan apakah Castillo orang Ekuador atau Kolombia. Akhirnya, pada 24 April, kewarganegaraan Ekuador milik Castillo dikonfirmasi. Dia dinyatakan orang Ekuador berdasarkan dokumen yang dimiliki pemerintah.

Berdasarkan aturan FIFA tentang paspor pemain, Castillo dinyatakan sah sebagai pemain Ekuador jika lahir di negara itu. Jika bukan, Castillo bisa disahkan menjadi warga Ekuador dengan beberapa syarat. Pertama, memiliki keturunan Ekuador. Kedua, sudah tinggal di Ekuador lima tahun.

Jika pada akhirnya dinyatakan lahir di Kolombia, paspor Ekuador Castillo seharusnya tetap diakui FIFA. Pasalnya, dia sudah bermain di Ekuador sejak kanak-kanak. Yang kemungkinan menjerat Castillo adalah pemalsuan dokumen. Dan, hukumannya bersifat individual.

Tapi, bisa saja FIFA mengambil keputusan lain jika Castillo terbukti bersalah. Misalnya, mencoret Ekuador dari Piala Dunia 2022 dan menggantinya dengan anggota CONMEBOL lain. Jadi, kita lihat saja nanti. 

(atmaja wijaya/anda)




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Opini

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=QbNE8z8m7r8

Artikel Pilihan


Daun Media Network