Selamat Ulang Tahun!

Apa yang Bisa Dilakukan Mario Balotelli untuk Italia? Ini Analisisnya

"Sejarah mencatat, Mancini punya hubungan yang rumit dengan Balotelli."

Analisis | 27 January 2022, 19:08
Apa yang Bisa Dilakukan Mario Balotelli untuk Italia? Ini Analisisnya

Libero.id - Mario Baloteli menjadi salah satu dari 36 pemain yang dipanggil untuk pemusatan latihan nasional selama tiga hari sebagai persiapan untuk semifinal play-off Piala Dunia 2022 Zona Eropa, Maret 2022, melawan Makedonia Utara. Apakah penyerang kontroversial itu masih berguna untuk Italia? 

Italia perlu memenangkan dua putaran play-off untuk lolos ke Qatar setelah hanya sanggup finish kedua di bawah Swiss pada babak kualifikasi. Dan, itu semua terjadi hanya beberapa bulan setelah Italia memenangkan Euro 2020.

Dipanggilnya kembali Balotelli ke skuad Italia setelah lebih dari tiga tahun absen membuat banyak orang terkejut. Sebab, Gli Azzurri tanpa Balotelli justru menjadi juara Eropa.

Tapi, kalau boleh adil menilai, apa yang dilakuakn Balotelli untuk klub barunya di Turki, Adana Demirspor, adalah alasan yang jelas bagi Roberto Mancini untuk kembali mengandalkan pemain berusia 31 tahun itu. Dengan modal  14 gol dan sembilan assist dalam 36 penampilan sebetulnya lebih tepat untuk mengatakan kalau eks pemain Manchester City itu berutang kepercayaan kepada Mancini.

"Dia tidak boleh menjanjikan apa pun kepada saya, karena saya tidak boleh menjanjikan apa pun kepadanya. Kami akan mengevaluasi apakah dia bisa membantu kami," kata Mancini, dilansir BBC Sport.

Sejauh manakah Balotelli bisa menjawab keraguan semua orang? Dan, bagaimana nasib Balotelli dalam beberapa tahun terakhir dan apakah ini pertaruhan yang bisa membuahkan hasil?

7 Foto Sira Martinez, Atlet Berkuda Kekasih Ferran Torres

7 Foto Sira Martinez, Atlet Berkuda Kekasih Ferran Torres

Balotelli pernah menjadi salah satu pemain yang disegani. Dia memenangkan penghargaan Golden Boy 2010 untuk pemain muda terbaik di dunia. Pada usia 21 tahun, dia telah memenangkan tiga gelar Serie A, satu Coppa Italia, dan satu Liga Champions dengan Inter Milan. Dia juga meraih Liga Premier dan Piala FA dengan Man City.

Balotelli masuk dalam tim terbaik Euro 2012 dan tim terbaik Serie A 2012/2013 ketika di AC Milan. Kemudian, kariernya mulai menurun seiring dengan pemberitaan tentang sikap bengalnya di luar lapangan.

Italia tersingkir di babak grup Piala Dunia 2014, dengan Balotelli tidak bermain untuk timnas selama empat tahun. Dan, kemudian dia hanya mencetak satu gol di Liga Premier dalam periode yang buruk bersama Liverpool.

Dia tampaknya segera kembali ke jalur ketika bermain untuk Nice di Ligue 1 dengan total dua digit gol selama dua musim, 15 dan 18 gol. Itu membuat dirinya kembali ke skuad Italia dengan tiga caps di pertandingan awal era Mancini. Tapi, Balotelli kembali membuat ulah dengan berselisih melawan pelatih Nice saat itu, Patrick Vieira.

Belotelli kemudian bermain untuk Marseille selama enam bulan, Brescia selama satu tahun karena mereka terdegradasi dari Serie A, Monza selama enam bulan di Serie B, dan kemudian pindah ke Turki.

Di Turki, Belotelli seperti terlahir kembali. Dia membantu Adana finish di posisi keempat untuk pertama kalinya sejak 1995. Dia mencetak sembilan gol dalam 21 pertandingan sejak pindah ke Turki. "Balotelli menunjukkan bahwa dia datang ke sini untuk bermain sepakbola dengan penampilannya," kata Jurnalis Turki, Yakup Cinar, dilansir Goal.

"Presiden klub, Murat Sancak, sebelumnya mengatakan bahwa Mario lebih memilih Adana Demirspor agar dia bisa bergabung dengan tim nasional Italia, meski menerima tawaran dari klub Qatar. Saya dapat mengatakan bahwa dia adalah pemain tim yang paling disiplin dan setia saat ini," tambah Cinar.

Dan, pertanyaan, mengapa Mancini masih memberikan kesempatan bagi Balloteli" "Secara teknis, Mario selalu bagus. Itu tidak masalah. Kami harus melihat di mana dia secara fisik. Kami sedikit kehilangan dia," kata Mancini.

Gol kompetitif terakhir Balotelli untuk Italia adalah saat melawan Inggris di Piala Dunia 2014. Dia adalah salah satu dari hanya dua pemain dalam skuad yang berisi 35 pemain yang mencapai angka gol ganda untuk Italia dengan raihan 14 gol. Dia berada di belakang Ciro Immobile dari Lazio dengan 15 gol.

"Mancini berhak melakukan ini menurut saya. Dia harus memiliki kesempatan untuk menguji semua pemain. Dia tahu Balotelli dan apa yang bisa dia lakukan. Ada hubungan yang indah di antara keduanya," ujar Jurnalis Italia, Daniele Verri.

Meski dipanggil TC, bukan berarti Balotelli pasti akan berada di skuad untuk menghadapi Makedonia Utara. "Masalahnya dengan Balotelli adalah akan ada diskusi besar-besaran dari internal sekarang hingga pertandingan Maret mendatang. Itu terkait apakah dia akan berada di sana atau tidak," tambah Verri.

"Mancini telah menempatkan semua kartunya pada pentingnya grup. Balotelli bukan pemain yang bagus untuk grup, kami telah melihatnya. Dia bukan pemain tim," ucap Verri.

Terakhir kali Balotelli bermain di kompetisi Eropa adalah Februari 2018. "Rasanya seperti langkah mundur ke arah yang semua orang di Italia ingin pertimbangkan sebagai bagian dari masa lalu. Bukan hanya Balotelli, melainkan juga cara berpikir masa kini yang ekstrem," kata Verri.

"Menjadi juara Eropa sekarang adalah bagian dari proyek yang dimulai dari reruntuhan kualifikasi Piala Dunia lalu yang terlewatkan. Mancini datang dan mulai menciptakan mentalitas baru dan melakukan segala sesuatu yang berbeda. Tiba-tiba sekarang sepertinya kami sedang berjuang," pungkas Verri.

(mochamad rahmatul haq/anda)




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Opini

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=8dWGNVpPzvQ

Artikel Pilihan


Daun Media Network