Selamat Ulang Tahun!

Suporter Filipina Menunggu Aksi Perdana Bienvenido Maranon di Piala AFF 2020

"Kisah Bienvenido Maranon di Filipina mirip Cristian Gonzales di Indonesia."

Biografi | 07 December 2021, 12:30
Suporter Filipina Menunggu Aksi Perdana Bienvenido Maranon di Piala AFF 2020

Libero.id - Sejak 2010, sepakbola Filipina maju pesat. Salah satu komponennya adalah pemain keturunan dan naturalisasi. Untuk Piala AFF 2020, situasi tidak berbeda jauh. Salah satu anggota skuad The Azkals terbaru adalah Bienvenido Maranon.

Turnamen, yang sebelumnya tertunda akibat Covid-19 itu, kini telah berlangsung sejak Minggu (5/12/2021). Sebanyak 10 tim bersaing keras untuk menjadi yang terbaik di Asia Tenggara. Beberapa tim memakai jasa pemain naturalisasi. Itu bukan menjadi masalah karena naturalisasi adalah hal lumrah di sepakbola.

Salah satu tim yang paling banyak diisi pemain kelahiran luar negeri adalah Filipina. Pelatih asal Irlandia, Scott Cooper, sudah memanggil 27 pemain. Salah satunya Maranon, yang diharapkan menjalani debut pada pertandingan pertama The Azkals versus Singapura di Singapore National Stadium, Rabu (8/12/2021). 

Itu akan menjadi debut yang sangat dinanti-nantikan untuk penyerang kelahiran Spanyol tersebut. Sebelumnya, dia sempat kecewa karena melewatkan kampanye The Azkals pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia sekaligus Kualifikai Piala Asia 2023 karena proses naturalisasinya masih dalam proses. 

"Kami akan mencoba memberikan 200% di setiap pertandingan. Kami tidak berjuang untuk tim. Kami berjuang untuk negara. Kami mewakili negara, dan sekarang ceritanya berbeda. Ini (timnas) benar-benar berbeda dengan apa yang saya lakukan sebelumnya," ujar Maranon, dilansir ABC-CBN.

Pemain berusia 35 tahun itu akan memberi The Azkals ancaman mencetak gol yang luar biasa. Dia adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala AFC dan memenangkan Sepatu Emas di Liga Filipina 2020.

10 Foto Alexia Putellas, Peraih Ballon d'Or Wanita 2021

10 Foto Alexia Putellas, Peraih Ballon d'Or Wanita 2021

"Yang bisa saya tawarkan kepada mereka, yang bisa saya lakukan untuk negara, adalah berlatih keras dan berusaha melakukan yang terbaik. Tentu saja, saya tidak bisa berjanji akan mencetak gol. Saya berjanji kepada mereka, bekerja keras, dan gol akan datang," kata Maranon.

Di Filipina, kisah Maranon mirip Cristian Gonzales di Indonesia, 10-20 tahun lalu. Dia adalah penyerang terbaik di kompetisi domestik Filipina. Bersama Ceres Negros atau kini disebut United City, Maranon menjuarai Philippines Football League 2017, 2018, 2019, dan 2020. Dia juga jadi pencetak gol terbanyak Piala AFC dua kali.

Stiker kelahiran El Puerto de Santa Maria, Cadiz, Spanyol, 15 Mei 1986, itu telah bermain sepakbola klub di Filipina sejak 2015. Sejak pertama datang, dia tidak pernah malu dengan mimpinya menjadi orang Filipina yang dinaturalisasi.

Hubungan Maranon dengan Filipina sebenarnya sudah dimulai sejak lama. Dia adalah etnis Basque. Kakeknya melarikan diri dari Spanyol untuk menetap di Visayas karena penentangannya terhadap diktator Spanyol, Jenderal Francisco Franco. Jadi, menjadi orang Filipina seperti mengulang kisah hidup kakek Maranon.

"Bagi saya, ini adalah sesuatu yang baru. Tidak sama bermain dengan klub saya atau bermain di Liga Champions Asia, di Piala AFC. Ini benar-benar berbeda. Sekarang kami mewakili negara, negara yang saya cintai, dan sekarang cerita yang berbeda," ujar Maranon.

"Tapi, bagi saya, tidak ada tekanan untuk ini. Saya akan berusaha melakukan yang terbaik. Setiap kali dalam hidup saya, saya bermain sepakbola untuk dinikmati. Saya bermain sepakbola untuk membuat para pendukung senang. Selama pertandingan di Piala AFF ini juga akan sama," tambah Maranon.

"Saya akan berusaha melakukan yang terbaik, dan saya yakin ini akan cukup untuk membuat mereka bahagia," ucap Maranon.

Dengan skuad yang dihuni banyak pemain naturalisasi dan legiun dari klub luar negeri, Maranon diyakini tidak akan kesulitan menyatu dengan strategi pelatihnya. Apalagi, dalam skuad ini juga terdapat beberapa pemain United City, termasuk gelandang veteran dan kapten tim, Stephan Schrock.

"Saya akan mencoba menyesuaikan diri dengan tim, dan tim dengan saya juga. Saya pikir lima hari ini kami harus berlatih sebelum pertandingan. Saya pikir akan sangat penting bagi saya dan bagi mereka untuk memperjelas segalanya," kata Maranon. 

"Kami punya beberapa hari latihan. Saya harap saya bisa belajar apa yang harus saya lakukan, dan yang pasti sebelum pertandingan pertama melawan Singapura, saya akan clear dalam segala hal" pungkas Maranon. 

(atmaja wijaya/anda)




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Komentar

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=HgyPUs_08U4

Artikel Pilihan