Selamat Ulang Tahun!

Analisis 5 Tim yang Berpotensi Finish di Posisi 4 Liga Premier

"Ambisi dengan dua pelatih anyar."

Analisis | 05 December 2021, 06:40
Analisis 5 Tim yang Berpotensi Finish di Posisi 4 Liga Premier

Libero.id - Liga Premier selalu berlangsung sengit setiap musimnya. Ada banyak tim-tim hebat bersaing ketat memperebutkan peringkat klasemen di liga.

Untuk bisa bermain di Liga Champions, mereka harus berjuang mati-matian agar berada di posisi 4 klasemen.

Pada musim ini, Chelsea, Manchester City, dan Liverpool sudah berada di peringkat 3 klasemen Liga Premier. Mereka masing-masing mengoleksi lebih dari 30 poin.

Mereka sepertinya akan mempertahankan posisi itu di papan atas. Itu artinya, tiket menuju Liga Champions hanya tinggal satu saja. Dan, tentu saja posisi itu menjadi rebutan banyak klub hingga akhir musim.

Pada catatan itu, kami telah melihat beberapa klub berjuang keras memperebutkan posisi 4. Untuk itu, kami telah melakukan analisis, dan terdapat 5 tim yang berpotensi finis di posisi 4 Liga Premier.

5. Leicester City

Pemenang Liga Premier musim 2015/2016 itu kini menjalani musim yang aneh. Mereka tidak cukup konsisten dalam beberapa pertandingan.

10 Foto Alexia Putellas, Peraih Ballon d'Or Wanita 2021

10 Foto Alexia Putellas, Peraih Ballon d'Or Wanita 2021

Brendan Rodgers, yang memimpin klubnya sejak Februari 2019, belum menemukan formula kemenangan. Tentu itu sedikit melukai ambisi empat besar Leicester.

Dari 14 pertandingan mereka di Liga Premier, The Foxes hanya berhasil meraih 5 kemenangan. Mereka harus kembali dengan tangan kosong dalam lima dari sembilan pertandingan lainnya.

Statistik tersebut telah membuat Leicester berada di posisi ke-10, terpaut lima poin di belakang West Ham United yang berada di urutan keempat.

Jamie Vardy sering menjadi satu-satunya pejuang Leicester musim ini. Striker veteran asal Inggris itu mencetak 9 gol dalam 14 penampilan Liga Premier.

4. West Ham United

West Ham United telah menjadi paket kejutan di Liga Premier musim ini.

Permainan mereka begitu impresif. Mereka suka mencetak gol, dan The Hammers tidak takut bertarung dengan tim-tim besar.

West Ham memulai kampanye liga dengan kemenangan besar atas Newcastle United dan Leicester City. Itu memberi mereka dorongan di awal musim.

Kekalahan pertama mereka datang melawan Manchester United pada pekan kelima, namun hal itu tidak menyurutkan semangat mereka.

Sebuah kemenangan 2-1 di Leeds United diraihnya, tapi kemudian kekalahan mengejutkan dari Brentford mengguncang kembali perasaan meraka.

Belajar dari kekurangan mereka saat melawan Brentford, West Ham mengantongi empat kemenangan beruntun di Liga Premier. Paling menonjol saat mereka mengalahkan Liverpool Klopp dengan skor 3-2, sekaligus mengakhiri 25 pertandingan tak terkalahkan The Reds.

The Hammers saat ini telah dikalahkan dua kali dalam tiga pertandingan Liga Premier terakhir mereka, yang telah menyebabkan beberapa kekhawatiran di kalangan para fans.

Dengan begitu, banyak tim yang bersaing untuk mendapatkan tempat di Liga Champions, karena menuju posisi keempat tentu tidak mudah. West Ham harus segera bangkit untuk menemukan kembali jalur mereka dalam kemenangan demi kemenangan. Dan, itu tercapai saat mereka berhasil mempermalukan Chelsea 3-2.

3. Tottenham Hotspur

Raksasa Liga Premier Tottenham Hotspur tampak tidak sehat di bawah Nuno Espirito Santo saat mereka berjuang untuk memanfaatkan aset besar mereka dengan baik.

Mantan pelatih Chelsea, Antonio Conte, telah ditunjuk menangani klub. Conte membuat klub London Utara ini mulai menemukan kembali permainan atraktif.

Spurs memulai kampanye dengan kemenangan mengejutkan 1-0 atas Manchester City, yang membuat para fans bersemangat untuk mengantisipasi.

Sayangnya, mereka gagal menghasilkan level sepakbola yang sama melawan klub-klub besar lainnya di Liga Premier. Chelsea, Arsenal dan Manchester United semuanya mengantongi kemenangan besar atas Spurs, yang akhirnya membuat Santo dipecat.

Conte masih memiliki pekerjaan yang cocok untuknya, tetapi klub berada dalam kondisi yang jauh lebih baik daripada beberapa bulan yang lalu. Dalam tiga pertandingan, Conte telah membawa Spurs meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang di Liga Premier, membantu mereka naik menuju posisi lebih baik di klasemen.

2. Arsenal

Arsenal asuhan Mikel Arteta menjadi sasaran awal terburuk mereka di Liga Premier musim ini. The Gunners dikalahkan secara komprehensif dalam tiga pertandingan pembukaan mereka, bahkan gagal mencetak satupun gol.

Untungnya, Arteta memperkuat lini pertahanannya tepat waktu untuk melakukan comeback. Dimulai dengan kemenangan 1-0 atas Norwich, Arsenal menjalani delapan pertandingan tak terkalahkan di Liga Premier antara September dan November.

Namun, pada pekan ke-12, saat mereka melawan Liverpool asuhan Juergen Klopp, The Gunners mendapat kenyataan yang buruk. Mereka bangkit kembali dari kekalahan 4-0 di Anfield dengan kemenangan atas Newcastle United.

Tapi, Arsenal sekali lagi mengalami kekalahan 3-2 di tangan Manchester United pada Kamis (2/12/2021) malam.

Saat ini Arsenal berada di posisi kelima klasemen Liga Premier. Arteta memang memiliki peluang kuat untuk mengamankan posisi ke Liga Champions musim depan.

Namun, untuk mewujudkannya, Arteta harus belajar untuk melepaskan ketegangan mereka dan menghasilkan penampilan yang kuat melawan raksasa Liga Premier lainnya.

1. Manchester United

Sang juara Liga Premier 20 kali, Manchester United, mungkin tidak memiliki kualitas yang cukup untuk memenangkan liga. Tetapi, mereka masih punya pilihan untuk berada di posisi keempat klasemen.

Musim lalu, Man United yang berada di posisi kedua. Mereka finis 12 poin di belakang juara Liga Inggris, Manchester City. Kesenjangan bisa lebih lebar kali ini, tetapi Setan Merah harus mengamankan Liga Champions untuk kampanye berikutnya.

Setelah 14 putaran aksi Liga Premier, Man United menemukan diri mereka di posisi ketujuh, terpaut 12 poin di bawah Chelsea selalu pemimpin Liga. Sebelum pemecatannya, Ole Gunnar Solskjaer memimpin ManUnited hanya meraih satu-satunya kemenangan Liga Premier dalam tujuh pertandingan. Itu memengaruhi posisi Setan Merah di peringkat liga.

Michael Carrick membantu Man United mengantongi hasil imbang dan kemenangan masing-masing melawan Chelsea dan Arsenal. Hasil itu membuat para fans Setan Merah optimis bisa bangkit dan mengejar ketertinggalan, terlebih dengan hadirnya pelatih sementara yang baru diangkat, Ralf Rangnick.

Pelatih Jerman itu diharapkan dapat membangun momentum yang dimiliki Man United saat ini dan membimbing mereka untuk menyelesaikan tempat keempat secara terhormat musim ini.

(atmaja wijaya/yul)




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Komentar

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=3HhTsB9sW4g

Artikel Pilihan